Bayangkan sebuah tempat berlantai dua yang luas, mewah, dengan nef sentral sepanjang 50 meter, langit-langit setinggu 20 meter, jendela lengkung bergaya Gotik, ornamen lingkaran yang mengingkatkan kita pada hiasan kaca patri di belakang altar utama, sebuah ruangan yang dilengkapi dengan tempat duduk nyaman, balkon yang seperti tempat duduk paduan suara, sebuah ruangan yang lebih kecil di sebelah dan dua ruangan luas di lantai dua. Tempat ini terletak di jantung kota Jakarta, dan pada hari-hari tertentu seperti Rabu, Jumat dan Sabtu biasanya tempat ini sangat penuh oleh massa setia yang selalu datang setiap minggu.
Menurut Anda, tempat apakah ini? Sebuah gerejakah?
Sebetulnya jika Anda menebak bahwa tempat ini adalah sebuah gereja katedral, Anda hampir mendekati jawaban yang benar. Tempat ini memang sebuah tempat kultus yang tidak ada hubungannya dengan agama, melainkan merupakan sebuah kuil yang dipersembahkan bagi nightlife, entertainment dan electronic music industry.
X2 terletak di pusat kota Jakarta, di puncak salah satu pusat perbelanjaan tertua, terbesar dan termewah ibukota. X2 menempati dua lantai seluas 6 ribu meter persegi, dengan membawa konsep yang selama ini hanya dapat ditemui di Eropa : pilihan ruangan yang masing-masing musiknya berbeda genre.
Bicara tentang X2 tidak pernah cukup jika Anda belum pernah mengunjungi club ini sendiri. Pertama kalinya kami clubbing di X2, kami melakukan penjelajahan dan eksplorasi masing-masing ruangan, dan sampai pada sebuah keputusan bahwa X2 adalah tipe club yang kami sukai - dimana nantinya nama-nama terkenal di industri electronic music internasional akan datang ke Jakarta.

Sebetulnya, X2 adalah nama ruangan utama di club ini, yang paling luas, menempati ruangan terbesar dari keempat ruangan di X2, di lantai satu, menghadap altar utama dimana DJ-DJ terkenal datang sebagaimana pengkhotbah datang untuk memberikan pencerahan religi.
X2 sangat luas, elegan, dan mewah, dengan sofa-sofa besar yang nyaman dan lantai dansa yang cukup lebar dan lantainya tidak slippery (this is a plus point!!). X2 dikhususkan untuk genre trance, techno dan electronica. DJ-DJ terkenal yang sudah sempat singgah di X2 antara lain Benny Benassi, Gabriel & Dresden, Above & Beyond, Marco V, Gareth Emery, Miss Nine, Andy Moor, dan dari Indonesia sendiri sejumlah DJ terbaik Jakarta sudah pernah bermain di X2, seperti Naro, Romy, Riri, Anton, Hogi, AiMoonchild, Innerlight, Denny dan Agoose.
DJ Booth X2 dibangun di ujung ruangan, dan dirancang lebih tinggi dari lantai dansa. Juga merupakan DJ Booth terbesar di Jakarta, yang memberikan ruangan cukup bagi sang DJ untuk bergerak leluasa selama bermain. Beberapa tv layar plasma tergantung di sekeliling ruangan. Sofa VIP berjajar di kedua sisi ruangan, sedangkan lantai dansa terletak di tengah-tengah ruangan. Bar terletak di ujung belakang, langsung di sebelah kanan ketika kita memasuki X2.
Di X2, semua orang bergaya BCBG : Bon Chic Bon Genre - ungkapan bahasa Perancis yang artinya kurang lebih adalah cara mendefinisikan masyarakat kelas atas, sosialita yang memiliki gaya hidup dan selera mewah. Kebanyakan kaum wanita bergaya klasik dan berkelas, mengenakan gaun hitam, tatanan rambut dan make up smooth dan glamor, dengan bling bling elegan dan sepatu hak tinggi yang pas, sedangkan kaum prianya rata-rata berpakaian kemeja formal, sepatu kulit, banyak juga yang masih memakai setelan jas sepulang kerja. X2 adalah tempat yang tepat untuk clubbing dengan teman, partner atau rekan kerja dan bahkan klien. Tempat bersuasana chic yang bisa juga jadi fun seiring berjalannya malam dan semua orang sudah "panas". Kebanyakan pengunjung setia X2 berusia 23 tahun ke atas.
X2 bisa menampung sampai dengan 1500 orang di dalam ruangan.

Untuk Anda pecinta musik R&B dan HipHop, Equinox sudah pasti jadi tujuan Anda jika Anda clubbing ke X2. Equinox terletak di lantai dua, menempati hall yang sedikit lebih kecil daripada X2 di bawahnya. Equinox juga berbentuk persegi panjang seperti X2, dengan bar terletak di separuh sisi kanannya, dan sofa di sepanjang sisi kiri dan setengah lagi sisi kanannya. Penempatan DJ Booth seperti di X2, di ujung ruangan dan dirancang pada podium tinggi, di mana DJ dapat mengawasi crowd ketika spinning.
Equinox, tidak seperti X2, adalah tempat yang populer di antara generasi lebih muda dan lebih berani mengekspresikan diri. Crowd Equinox berpakaian lebih berani dan lebih penuh warna, dan mereka lebih bersemangat untuk turun ke lantai dansa, bahkan naik ke atas meja! Jenis musik Equinox tidak hanya didominasi R&B dan HipHop terbaru seperti Beyonce, 50 Cent, Rihanna, Sean Paul, tapi juga diselingi oleh lagu-lagu yang lebih tua seperti hits dari Eminem, P. Diddy, Cypress Hill, Will Smith, juga Vanilla Ice dan MC Hammer, yang usianya hanya sedikit lebih muda dari crowd sendiri.
Equinox dapat menampung kira-kira sampai dengan 1200 orang.

Kembali ke lantai satu, Vintage terletak tepat di sebelah X2. Ruangannya hampir berbentuk kotak, dan jauh lebih kecil dari X2. Juga jauh lebih comfy. Vintage dikhususkan untuk genre lain lagi : Deep House, Lounge, Classic Disco, di mana kita tidak hanya datang untuk melantai tapi juga untuk have fun dengan teman-teman, ngobrol, bertemu kenalan, sambil menikmati sajian cocktail. Vintage mungkin lebih tepat dikategorikan sebagai lounge daripada sebagai club. Barnya cukup kecil, dan meskipun DJ Booth juga didesain tinggi, kerapatan ruangan membuat DJ tetap dapat berinteraksi langsung dengan crowdnya. Crowd Vintage juga sedikit lebih tua, sekitar 25 tahun ke atas.
Vintage mungkin merupakan ruangan favorit kami karena kami sangat menyukai genre musiknya, dan orang-orangnya yang sangat friendly, dan groupie, dan juga karena disini semua orang sepertinya betul-betul menikmati suasana. Dan kadang-kadang, beberapa lagu familiar yang sudah bertahun-tahun tidak kita dengar bisa tiba-tiba dimainkan oleh DJ - Eurythmics, ABBA, Everything but the girl...
Dekorasi interior Vintage sangat cocok dengan orang-orangnya - rata-rata crowd Vintage bergaya urban retro yang sesuai dengan garis-garis lampu biru dan violet di Vintage.
Vintage dapat menampung hingga 150 orang.
Sekali lagi menuju ke atas, ketika Anda sampai pada puncak tangga kaca dengan Equinox di sebelah kiri, di sebelah kanan Anda akan melihat satu lagi jalan masuk, biasanya dijaga oleh sepasang Men in Black, dengan papan bertulisan "For Members Only". Ego memang ditujukan khusus untuk pemegang kartu keanggotaan X2. Area yang mewah, dan sangat private, di mana Anda bebas memilih jenis musik yang Anda inginkan, bebas untuk membawa seluruh teman Anda, dan tentunya di dalam zona eksklusif yang tidak dapat dimasuki oleh siapa saja. Di sini biasanya Anda dapat berpapasan dengan selebriti lokal, bos-bos dunia bisnis dan media, sosialita kelas tinggi, bahkan para petinggi politik.
Ego dapat menampung sampai dengan 500 orang.

X2 sangat membangkitkan ingatan kami pada klub-klub mewah Eropa di Belanda, Jerman, Spanyol dan Inggris (clubs di Perancis dan Italia memiliki gaya berbeda). Metode pemisahan ruangan untuk setiap jenis musik, nama-nama besar yang sering singgah di sana, dan dimensi besar X2, kami sangat mendukung adanya club yang seperti ini di Indonesia.
Di dunia malam Indonesia yang cepat berganti, kelahiran X2 telah membawa kontroversi sendiri. Banyak yang berpendapat bahwa X2 adalah club yang paling bagus, yang paling happening, lainnya beranggapan bahwa X2 terlalu mewah, dan club-club rival diam-diam tidak setuju dengan adanya X2, karena X2, literally, telah menyedot sebagian besar massa setia mereka, membuat club-club lain begitu sering kosong kini.
Menurut kami, X2 merupakan proyek yang sangat ambisius tetapi sangat baik untuk perkembangan nightlife Indonesia. Sebagai clubbers yang merupakan pelanggan clubbing, tentunya dengan adanya persaingan di antara club untuk menjadi yang terbaik, pilihan kami pun semain luas dan berkualitas, dan X2 juga merupakan club mainstream pertama yang memisahkan ketiga genre dominan electronic music ke dalam ruangan-ruangan berbeda, meskipun metode ini telah sejak lama diterapkan oleh clubs di utara Jakarta.
Fakta bahwa kita memiliki pilihan ketika clubbing di X2 sebetulnya adalah poin terbaik club ini. Kadang-kadang, Anda tentu pernah merasa, pada pembukaan malam Anda ingin melantai dengan R&B, kemudian pindah ke ruangan bernuansa Trance-Techno, dan untuk menutup night out Anda, Andapun ingin mendengarkan musik yang lebih santai di Vintage. Di X2, semua pilihan ini ada dalam satu tempat sehingga Anda tidak perlu berpindah tempat.
Tapi di lain sisi, X2 mematok harga tinggi untuk minuman. Siapkan banyak cash atau kartu kredit yang bersih dari tagihan dan limitnya besar jika Anda ke X2. Harga FDC (Entry, atau First Drink Charge) pun lebih tinggi daripada di tempat lain, apalagi jika Anda terbiasa dengan murahnya Kemang. Tapi jika dibandingkan dengan club lain yang sejenis dan selevel, X2 tetap relatif tidak mahal, sebetulnya. Semua tentu relatif dari tingkat penghasilan masing-masing orang dan daya belanja tentunya.
Jadi jika bagi Anda menghabiskan lebih banyak uang daripada biasanya merupakan sesuatu yang wajar, X2 adalah tempat yang ideal. Tapi jika budget Anda terbatas, lebih baik Anda tidak ke X2.
All in all, note yang kami berikan untuk X2 adalah......... 8,5 dari 10. Club yang sangat kami rekomendasikan!