FG & S : Hai, selamat malam!
FG : Jakarta? Yes. Bali? No. Saya sudah ke Bali dua kali sebelumnya, jadi ini kali ketiga.
S : Yep, Funky sudah pernah ke Bali - sebetulnya dia adalah sahabat lama kami, dan dia sudah pernah tampil di beberapa gig di Bali tahun-tahun sebelumnya.
Wow, cool! Dan sekarang ini kamu akan merilis album Joujouka, Never Look Back?FG : Yep, saya mewakili Joujouka. Partner saya Tsuyoshi tidak ikut kali ini, dia datang tahun depan.
S : Never Look Back sebetulnya bukan album baru lho, album ini dirilis setahun lalu di Eropa, Jepang dan Amerika.
FG & S : Yes! Betul!
S : Ini semacam repackaging sebetulnya. Dasarnya sama, hanya sedikit detail yang berbeda. Karena memang versi album ini berbeda untuk tiap benua. Untuk Indonesia kami pilih versi Eropa yang menurut kami paling cocok untuk pasar lokal, dan kami tambahkan dua bonus track, launching malam ini dan mulai besok sudah ada di toko-toko kaset di seluruh Indonesia.
S : Well, Indonesia kan pasar yang bagus untuk musik pop dan rock. Joujouka meng-cover semuanya - album ini gabungan pop, rock, musik elektronik dan sedikit gaya clubbing meski tidak banyak, jadi menurut kami ini cocok untuk mendidik audiens Indonesia. Sesuatu yang unik dan fresh yang tidak mereka dapat dari musisi lokal, sesuatu yang baru yang akan meluaskan pandangan dan pengetahuan serta budaya musik mereka. Inilah alasan mengapa kami launching album disini.
Satu pertanyaan yang sangat ingin kami tanyakan nih, dan ini sensitif. Kan kalian merilis album malam ini, dan untuk Indonesia khususnya, apa kalian tidak takut pembajakan? Maksudnya, kita semua juga tahu, ini Indonesia, man! Apa yang kita rilis hari ini besok sudah ada di pasar emperan, dibajak orang.FG : Well, silakan Silvie, tolong jelaskan.
S : Sebetulnya sekarang kita memang belum punya kekuatan melawan p2p dan pembajakan, tapi dalam lima-sepuluh tahun mendatang saya yakin kita bisa mengontrol pembajakan musik. Lagipula yang kami cari disini bukanlah target penjualan CD yang tinggi, tapi ini adalah bagian dari strategi marketing kami. Kami ingin membuat orang cinta musik kami - mereka harus kenal sebelum bisa mencintainya. Dan jika mereka suka, mereka pasti akan beli CD orisinal meski sebetulnya bisa saja mereka beli yang bajakan.
FG : Ya, sebetulnya saya gitaris pada dasarnya. Saya belajar DJing baru-baru ini setelah gabung dengan Joujouka. Jadi bisa dibilang saya ini musisi elektronik, bukan seratus persen DJ!
FG : Dua-duanya, saya akan main live set dengan gitar listrik dan menggabungkannya dengan DJ set - nanti juga kamu lihat!
Dan ngomong-ngomong, kamu dan Tsuyoshi kan bagian Joujouka, tapi kok sering main sendiri-sendiri sih?FG : Ya sebetulnya sih untuk event ini saya main sendiri untuk mempersiapkan publik terlebih dulu.
S : Ya, kami ingin menyiapkan publik dulu, membiasakan mereka dengan musik kami, sebelum seluruh anggota band datang tur kemari. Kamu lihat deh tahun depan. Masalahnya, FG sendirian itu juga sudah spesial. Tsuyoshi sendiri juga spesial, dan Joujouka bersama-sama sangat-sangat spesial. Simpan yang terbaik untuk acara akhir!
FG : Kami melakukan gabungan rekaman di studio dengan bantuan synth/alat musik komputer. Tapi Joujouka dasarnya adalah sebuah grup musik, sebuah band, jadi sebagian besar rekaman kami lakukan di studio rekaman biasa, seperti band-band lainnya.
FG : Jimi Hendrix!! Saya kan aslinya musisi rock, bukan DJ!!
Pertanyaan terakhir, malam ini kamu lebih ke arah clubbing atau ke arah rock music?FG : Gabungan dua-duanya, lihat saja nanti!