Interview DJ - Funky Gong (Japan)
ICmini Facebook Twitter
You are currently browsing indonesiaclubbing as a guest.
Your are here : HomeArticlesInterview DJ - Funky Gong (Japan)
Interview DJ - Funky Gong (Japan)
The article below is in Bahasa Indonesia language. Click here to display it in English language!
Funky Gong adalah Minoru Tsunoda, DJ dan gitaris dari Tokyo, Jepang, bagian dari Joujouka, grup musik elektronik yang dipimpin DJ Tsuyoshi. Kami mendapat kesempatan interview dengan Funky Gong akhir tahun 2007, pada saat launching album versi Indonesia dari Joujouka berjudul Never Look Back. Di interview ini, kami juga sekaligus ngobrol dengan Silvie Nebauer, booker manager resmi Joujouka dan Funky Gong untuk Asia dan Eropa. Terima kasih untuk Massive Vibrations, Demajors dan Embassy.

Halo Funky dan Silvie, apa kabar? Kami dari indonesiaclubbing.com, clubbing portal dan guide nightlife di Indonesia.

FG & S : Hai, selamat malam!

Mari kita mulai - inikah pertama kali kamu ke Indonesia?

FG : Jakarta? Yes. Bali? No. Saya sudah ke Bali dua kali sebelumnya, jadi ini kali ketiga.
S : Yep, Funky sudah pernah ke Bali - sebetulnya dia adalah sahabat lama kami, dan dia sudah pernah tampil di beberapa gig di Bali tahun-tahun sebelumnya.

Wow, cool! Dan sekarang ini kamu akan merilis album Joujouka, Never Look Back?

FG : Yep, saya mewakili Joujouka. Partner saya Tsuyoshi tidak ikut kali ini, dia datang tahun depan.
S : Never Look Back sebetulnya bukan album baru lho, album ini dirilis setahun lalu di Eropa, Jepang dan Amerika.

OK jadi berarti ini hanya launching dari versi Indonesianya ya?

FG & S : Yes! Betul!
S : Ini semacam repackaging sebetulnya. Dasarnya sama, hanya sedikit detail yang berbeda. Karena memang versi album ini berbeda untuk tiap benua. Untuk Indonesia kami pilih versi Eropa yang menurut kami paling cocok untuk pasar lokal, dan kami tambahkan dua bonus track, launching malam ini dan mulai besok sudah ada di toko-toko kaset di seluruh Indonesia.

Kenapa kok memilih launching album di Indonesia?

S : Well, Indonesia kan pasar yang bagus untuk musik pop dan rock. Joujouka meng-cover semuanya - album ini gabungan pop, rock, musik elektronik dan sedikit gaya clubbing meski tidak banyak, jadi menurut kami ini cocok untuk mendidik audiens Indonesia. Sesuatu yang unik dan fresh yang tidak mereka dapat dari musisi lokal, sesuatu yang baru yang akan meluaskan pandangan dan pengetahuan serta budaya musik mereka. Inilah alasan mengapa kami launching album disini.

Satu pertanyaan yang sangat ingin kami tanyakan nih, dan ini sensitif. Kan kalian merilis album malam ini, dan untuk Indonesia khususnya, apa kalian tidak takut pembajakan? Maksudnya, kita semua juga tahu, ini Indonesia, man! Apa yang kita rilis hari ini besok sudah ada di pasar emperan, dibajak orang.

FG : Well, silakan Silvie, tolong jelaskan.
S : Sebetulnya sekarang kita memang belum punya kekuatan melawan p2p dan pembajakan, tapi dalam lima-sepuluh tahun mendatang saya yakin kita bisa mengontrol pembajakan musik. Lagipula yang kami cari disini bukanlah target penjualan CD yang tinggi, tapi ini adalah bagian dari strategi marketing kami. Kami ingin membuat orang cinta musik kami - mereka harus kenal sebelum bisa mencintainya. Dan jika mereka suka, mereka pasti akan beli CD orisinal meski sebetulnya bisa saja mereka beli yang bajakan.

Cool, idealis sekali! Jadi, Funky, kamu main gitar di Joujouka ya?

FG : Ya, sebetulnya saya gitaris pada dasarnya. Saya belajar DJing baru-baru ini setelah gabung dengan Joujouka. Jadi bisa dibilang saya ini musisi elektronik, bukan seratus persen DJ!

Malam ini kamu mau main gitar atau tetap di belakang DJ Booth?

FG : Dua-duanya, saya akan main live set dengan gitar listrik dan menggabungkannya dengan DJ set - nanti juga kamu lihat!

Dan ngomong-ngomong, kamu dan Tsuyoshi kan bagian Joujouka, tapi kok sering main sendiri-sendiri sih?

FG : Ya sebetulnya sih untuk event ini saya main sendiri untuk mempersiapkan publik terlebih dulu.
S : Ya, kami ingin menyiapkan publik dulu, membiasakan mereka dengan musik kami, sebelum seluruh anggota band datang tur kemari. Kamu lihat deh tahun depan. Masalahnya, FG sendirian itu juga sudah spesial. Tsuyoshi sendiri juga spesial, dan Joujouka bersama-sama sangat-sangat spesial. Simpan yang terbaik untuk acara akhir!

Bagaimana kamu merekam musikmu?

FG : Kami melakukan gabungan rekaman di studio dengan bantuan synth/alat musik komputer. Tapi Joujouka dasarnya adalah sebuah grup musik, sebuah band, jadi sebagian besar rekaman kami lakukan di studio rekaman biasa, seperti band-band lainnya.

Siapa idolamu, Funky??

FG : Jimi Hendrix!! Saya kan aslinya musisi rock, bukan DJ!!

Pertanyaan terakhir, malam ini kamu lebih ke arah clubbing atau ke arah rock music?

FG : Gabungan dua-duanya, lihat saja nanti!



Add a comment
Only registered users can post comments ! Click here to create your FREE account !

5 Last Comments
No Comments found. Be the first to leave a comment !



Members Login

LOGIN
Lost login/password

Not a member yet ? Register now, it's easy and free!
REGISTER NOW!


Article Photo
Rating
Users Rating :
4.3/5 - 7 votes

Your Rating (rollover and click to update)

Oops! Only registered members can give a rating. Click here to register for free!
view rating details

Article Tags
Article Links
Banner
Who's Online?
Themes
Share this page on...
On Highlight
SOS Lounge at Anantara Resort Bali
Contact us
Search with Google!

IC - Mobile Edition
Discover icmini, a version of indonesiaclubbing optimized fopr mobile devices!
www.icmini.com
X2 Jakarta