Pertama kali lihat billboard raksasa di Kemang. Wow, that's Laurent Garnier! Sebetulnya saya sudah pernah melihat dia main, dulu sih, waktu masih tinggal di Paris, karena Laurent dulunya adalah resident di Rex Club Paris, tempat clubbing favorite saya dan teman-teman, tapi sejujurnya saya senang sekali ada DJ Perancis yang datang ke Jakarta - bukan hanya sekedar DJ Perancis, tapi Laurent Garnier, man! Pelopor French Touch! I definitely gotta be there!!
Kami menghubungi Embassy untuk mengatur jadwal interview dengan Laurent sebelum dia tampil, dan pada hari H kami datang relatif lebih awal ke Embassy supaya yakin dapat tempat duduk. Jam 10 malam Embassy sudah penuh, semua sofa dan table fullbooked - rata-rata sih yang datang orang-orang Prancis yang tinggal di Jakarta - reuni teman-teman satu negara nih. :-)
Laurent rencananya akan tampil jam 1 pagi, dan untuk interviewnya kami request waktu selama 15 menit sekitar tengah malam, Laurent direncanakan datang ke Embassy jam 11:30 malam. Sayangnya pesawat Laurent kena delay, kemudian antara airport Cengkareng dan Sultan Hotel memakan waktu jauh lebih lama dari perkiraan, dan akhirnya Laurent sampai di Embassy jam 12:45, dan dia harus segera tampil, jadi kami tidak sempat mendapat waktu interview. :-(

Ya sudah, nggak apa-apa, kami tidak menyesal kok. Sebaliknya malah! The gig was great. Laurent, tidak seperti album-albumnya yang sangat mainstream, sangat berbeda ketika main live. Sedikit electro, sentuhan ajaib French senses, dan sedikit kombinasi pop bastard stuff seperti lagu-lagu lama Nirvana, U2 dan Police yang diremix - well well, Laurent memang lahir di generasi tersebut jadi ya mungkin musik jenis ini merupakan salah satu influence di masa mudanya.
Para audience sama sekali tidak menyangka Laurent akan membawakan musik seperti ini, tapi justru mereka surprised and happy. Sesuatu yang berbeda, yang tidak bisa didengar secara pasaran di setiap club setiap malam yang super monoton dengan segala macam anthem songs - this was original!
Laurent betul-betul kreatif, melihat caranya mempermainkan dan menguasai piringan hitam di belakang booth sangat mengagumkan. Laurent TIDAK menggunakan CD sama sekali!! Note that. Well harus saya katakan juga bahwa di Paris, rata-rata club besar meletakkan DJ Booth mereka di tempat yang tinggi seperti podium besar, jadi DJ-DJ yang main tidak memiliki kontak langsung dengan crowd mereka, sedangkan di Embassy DJ Boothnya hanya sedikit lebih tinggi dari lantai dansa, jadi kita tetap bisa melihat si DJ in action.
Tidak seperti biasanya, para expat yang senantiasa setia sebagai penghias ruangan dan penghabis bir di meja pada kebanyakan acara lain, kali ini sangat bersemangat untuk melantai dengan musik yang dimainkan Laurent. Sepanjang malam, sekitar 5-6 jam set Laurent berlangsung, the dancefloor was jampacked!
Saya sangat berharap ingin mendengar The Man with the Red Face, tapi sampai kami pulang sekitar jam 5 pagi, Laurent tetap tidak memainkannya. That's okay, tetep aja, Laurent Garnier's the best!